Banyak orang tua rela melakukan berbagai cara demi mendukung kecerdasan anak, salah satunya dengan rutin memberikan minyak ikan setiap hari. Kandungan omega-3, yang kerap dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak. Menjadikan suplemen ini semakin populer di kalangan keluarga. Namun, benarkah minyak ikan memiliki manfaat sebesar itu dalam meningkatkan kecerdasan anak. Ataukah hal ini hanya mitos yang terus dipercaya dari generasi ke generasi?

Melalui artikel ini, kita akan membahas manfaat minyak ikan terhadap perkembangan otak dan kecerdasan anak. Berdasarkan data ilmiah dan penjelasan yang mudah dipahami. Jangan sampai salah langkah—simak informasi berikut agar Bunda dan Ayah bisa membuat keputusan yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang si kecil!

 

Apa Sih Itu Minyak Ikan?

Minyak ikan merupakan suplemen yang kaya akan nutrisi penting. Terutama asam lemak omega-3. Sehingga sering juga disebut sebagai suplemen omega-3. Kandungan inilah yang menjadikan minyak ikan banyak digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak, khususnya dalam hal perkembangan otak.

Asam lemak omega-3 dikenal memiliki peran penting dalam mendukung fungsi kognitif anak. Termasuk meningkatkan daya ingat, kemampuan berkonsentrasi, serta membantu proses belajar. Karena itu, asupan omega-3 yang cukup menjadi bagian penting dalam pola makan sehat anak sejak dini.

 

Manfaat yang Diberikan Jika Mengonsumsi Minyak Ikan

1. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kecerdasan

Manfaat minyak ikan bagi otak anak berasal dari kandungan omega-3, khususnya DHA (docosahexaenoic acid). Yang dikenal berperan penting dalam mendukung perkembangan otak. DHA adalah salah satu komponen utama dalam struktur otak yang membantu membentuk koneksi antar sel saraf, yang sangat penting selama masa pertumbuhan anak.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin mengonsumsi suplemen omega-3 cenderung mengalami peningkatan dalam kemampuan memori, konsentrasi, serta fungsi kognitif lainnya. Karena itu, minyak ikan sering dijadikan salah satu suplemen pendukung untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang otak anak, terutama pada usia emas perkembangan.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan omega-3, khususnya DHA (docosahexaenoic acid), tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan otak. Tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh si Kecil. DHA membantu meningkatkan respons imun tubuh, sehingga anak lebih tahan terhadap berbagai penyakit.

Dengan sistem imun yang lebih kuat, tubuh si Kecil akan lebih mampu melawan infeksi dan melindungi diri dari paparan radikal bebas yang dapat merusak sel. Oleh karena itu, mencukupi asupan omega-3 secara rutin menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak sejak dini.

3. Dapat Membantu Mengatasi Gejala ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan gejala seperti hiperaktivitas, impulsivitas, serta kesulitan untuk fokus. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suplemen omega-3 dapat membantu mengurangi gejala ADHD dan meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Sebuah tinjauan terhadap 16 studi menemukan bahwa asam lemak omega-3 berperan dalam meningkatkan memori, perhatian, kemampuan belajar, pengendalian impuls, serta mengurangi perilaku hiperaktif—semua aspek yang umumnya terpengaruh oleh ADHD. Bahkan, studi lain menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 sebesar 1.300 mg per hari selama 16 minggu dapat meningkatkan kemampuan fokus, baik pada anak-anak dengan ADHD maupun yang tidak mengidap kondisi tersebut.

BACA JUGA: Apakah Mata Pelajaran Matematika Itu Sangat Berguna Bagi Kehidupan?