Belajar bukan hanya soal menyelesaikan buku dan tugas—lebih dari itu, proses belajar membutuhkan pendampingan yang tepat dari orang tua atau pengasuh. Anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan akademik, tetapi juga dukungan emosional yang membuat mereka merasa aman, dihargai, dan didorong untuk terus berkembang.

Dengan cara mengawasi yang baik, orang tua dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Pendekatan yang penuh empati, tanpa tekanan berlebihan, akan membuat anak lebih fokus, percaya diri, dan menikmati proses belajar. Pendampingan seperti inilah yang dapat membentuk kebiasaan belajar positif hingga dewasa nanti.

 

Jadikan Sesi Belajar itu Seperti Bermain

Anak bisa diajarkan aturan main saat mengajar di rumah. Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan rutinitas harian yang jelas—pukul berapa ia harus belajar, kapan waktu bermain, dan kapan mengerjakan tugas sekolah. Rutinitas ini tidak hanya membantu anak lebih disiplin, tetapi juga memberi rasa aman karena mereka tahu apa yang diharapkan setiap harinya. Selain itu, waktu belajar bersama orang tua juga perlu diatur dengan baik, terutama jika orang tua sedang bekerja dari rumah.

Sepakati jadwal belajar bersama dan berkomitmenlah untuk menjalaninya. Misalnya, jika sudah ditentukan bahwa pukul 16.00 adalah waktu belajar bersama, maka pada jam tersebut orang tua sebaiknya tidak menjadwalkan pertemuan kerja. Jika memang terjadi bentrok, cari waktu alternatif dan pegang komitmen: di waktu yang telah disepakati, orang tua fokus mendampingi, dan anak pun fokus belajar—tanpa terganggu aktivitas lain. Konsistensi ini akan menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa saling menghargai antara anak dan orang tua.

 

Beri Sebuah Hadiah Agar Anak Semakin Semangat

Untuk anak-anak usia prasekolah, taman kanak-kanak, atau kelas 1 SD, mengikuti sekolah daring dan menyelesaikan tugas bisa menjadi tantangan tersendiri. Wajar jika mereka merasa cepat bosan atau kesulitan fokus. Dalam hal ini, orang tua bisa membantu dengan memberikan bentuk apresiasi yang positif. Misalnya, memberikan hadiah kecil ketika anak berhasil menyelesaikan tugas atau mengikuti kelas daring sampai selesai.

Hadiah tersebut tidak perlu berupa sesuatu yang besar. Cukup dengan memberi waktu bermain video game sedikit lebih lama, atau menyuguhkan camilan favoritnya, bisa menjadi bentuk motivasi yang menyenangkan bagi anak.

 

Buat Suasana yang Positif

Banyak orang tua cenderung hanya fokus pada progres besar dan melewatkan pencapaian kecil. Padahal, sekecil apa pun kemajuannya, itu tetaplah langkah berarti. Jangan ragu untuk memuji anak saat ia berhasil menyelesaikan satu atau dua soal, atau ketika ia menghafal rumus dengan baik. Pujian dan afirmasi positif sangat penting untuk menjaga semangat belajarnya tetap menyala hingga sesi belajarnya selesai.

Sebisa mungkin, hindari memaksa anak untuk terus belajar tanpa jeda. Jika suasana mulai terasa tegang atau negatif, berikan waktu istirahat sejenak. Ajak anak melakukan aktivitas menyenangkan untuk memulihkan suasana hati, baik anak maupun orang tua. Setelah mood membaik, barulah ajak anak kembali belajar dengan suasana yang lebih positif.

BACA JUGA: Sekolah Menengah Pertama Terbaik di Kota Pontianak, Cocok untuk Si Kecil yang Baru Lulus SD