
Setiap perilaku anak di sekolah selalu menyimpan cerita di baliknya. Ketika seorang siswa dianggap “bandel”, yang sering terlihat hanyalah perilakunya di permukaan—bukan latar belakang atau alasan yang melandasinya. Padahal, memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sikap tersebut bisa menjadi kunci penting dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Dengan pendekatan yang tepat, guru dan orang tua tak hanya bisa meredam perilaku negatif, tetapi juga membantu siswa/siswi merasa dipahami, diterima, dan diarahkan menuju perubahan yang lebih positif. Pemahaman yang penuh empati ini membuka ruang bagi anak untuk berkembang, bukan sekadar dikoreksi.
Beri Peringatan Dengan Halus Atau Secara Nonverbal Saja
Guru mana pun pasti pernah merasa terganggu saat suasana kelas menjadi gaduh di tengah proses belajar mengajar. Namun, hal penting yang perlu diingat adalah: hindari mengatasi kegaduhan dengan membentak atau menaikkan suara. Semakin keras suara guru, siswa justru cenderung akan ikut-ikutan menaikkan volume suara mereka. Selain itu, berteriak hanya akan menguras energi dan emosi, tanpa menghasilkan perubahan yang berarti.
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Cobalah memberikan peringatan melalui isyarat tubuh. Misalnya, meletakkan telunjuk di depan bibir sambil diam dan menatap mereka satu per satu, atau menghitung mundur dengan suara tenang. Untuk siswa sekolah dasar, guru bisa mengalihkan perhatian mereka dengan cara yang lebih menyenangkan, seperti menyanyikan lagu yang mereka sukai. Ajak mereka ikut bernyanyi bersama, lalu arahkan kembali fokus mereka ke pelajaran. Cara ini tak hanya efektif, tetapi juga menjaga suasana kelas tetap positif dan kondusif.
Berhenti Melabeli Siswa
Guru bisa mulai membiasakan diri untuk melihat sisi positif dari setiap siswa, karena pada dasarnya setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang layak diapresiasi. Terkadang, perilaku siswa yang tampak “berulah” hanyalah cara mereka mencari perhatian dari guru atau orang dewasa di sekitarnya.
Berikan pujian, sekecil apa pun itu, ketika siswa menunjukkan perilaku positif. Ketika merasa dihargai, mereka akan lebih senang dan termotivasi untuk mempertahankan sikap baiknya. Perhatian positif seperti ini dapat menjadi dorongan besar dalam membangun hubungan yang sehat antara guru dan siswa, sekaligus menciptakan suasana kelas yang lebih harmonis.
Jadilah Pendengar yang Baik
Salah satu cara efektif untuk menghadapi siswa yang sulit diatur adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Tak jarang, siswa yang tampak memberontak di kelas sebenarnya adalah anak-anak yang merasa kurang mendapat perhatian atau sedang memendam masalah pribadi.
Pendekatan secara personal, misalnya dengan mengajaknya berbicara santai di luar konteks pelajaran, bisa membuka ruang bagi siswa untuk mengungkapkan isi hatinya. Ketika mereka merasa didengar dan dipahami, hubungan dengan guru pun menjadi lebih kuat, dan perilaku yang semula sulit perlahan dapat berubah menjadi lebih positif.
BACA JUGA: Rekomendasi Sekolah Dasar Terbaik di Kota Tangerang
Leave a Reply