
Seiring berkembangnya dunia pendidikan, sistem full day school semakin banyak diterapkan di berbagai sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Dengan durasi belajar yang lebih panjang, sistem ini dinilai mampu memberikan pengawasan yang lebih optimal serta membuka ruang bagi pengembangan diri siswa melalui kegiatan tambahan yang terstruktur. Bagi sebagian orang tua dan pendidik, full day school dianggap sebagai solusi untuk membentuk kebiasaan disiplin dan meningkatkan pencapaian akademik.
Namun, di balik sejumlah kelebihannya, sistem ini juga memiliki tantangan yang perlu dicermati. Waktu belajar yang panjang dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental pada siswa jika tidak diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan waktu istirahat yang cukup. Selain itu, tidak semua anak cocok dengan ritme belajar intensif, sehingga penting bagi orang tua dan sekolah untuk mempertimbangkan kebutuhan individual siswa. Oleh karena itu, memahami secara menyeluruh kelebihan dan kekurangan full day school sangat penting sebelum menjadikannya sebagai pilihan utama dalam strategi pendidikan.
Apa Sih Itu Full Day School?
Full day school merupakan sebuah model pendidikan di mana siswa mengikuti proses belajar di sekolah dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan sekolah tradisional. Umumnya, siswa akan berada di sekolah selama 6 hingga 8 jam per harinya. Model ini dirancang untuk memberikan lebih banyak waktu bagi siswa dalam menggali materi pelajaran secara mendalam dan juga terstruktur. Tanpa harus terburu buru menyelesaikan kurikulum hariannya.
Waktu tambahan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pengambangan diri, seperti aktivitas ekstrakurikuler, pembinaan karakter, hingga sesi istirahat yang lebih seimbang. Dengan adanya kombinasi antara kegiatan akademik dna non akademik. Full day school ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyeluruh dan mendukung pertumbuhan siswa secara holistik.
Kelebihan dari Full Day School
1. Siswa dapat Memahai Materi Pelajaran Lebih Dalam
Belajar selama satu hari penuh memungkinkan setiap materi pelajran dibahas secara lebih mendalam dan menyeluruh. Dalam sistem full day school, guru memiliki waktu lebih panjang untuk menjelaskan konsep, memberikan contoh, serta membuka sesi tanya jawab bersama siswa. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Jika sebelumnya satu mata pelajaran hanya berlangsung 1 hingga 1,5jam, sistem ini memungkinkan penambahan durasi hingga 2,5 jam per hari. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tambahan waktu ini sangat bermanfaat. Terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman lebih tinggi seperti matematika, fisika, kimia, atau bahasa asing. Dengan waktu belajar yang lebih panjang, siswa memiliki kesepatan lebih besar untuk benar benar memahami materi, bukan hanya sekedar menghafal.
2. Pengawasan Siswa Lebih Intensif
Dalam sistem ini, siswa mendapatkan pengawasan dan bimbingan yang lebih intensif dari guru serta staf sekolah. Dukungan ini tidak hanya membantu membentuk lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif. tetapi juga berperan dalam meminimalkan potensi perilaku negatif. Dengan adanya pemantauan yang konsisten dan pendekatan yang membangun. Para siswa didorong untuk mengembangkan sikap positif, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial yang lebih kuat di lingkungan sekolah.
Kekurangan dari Full Day School
1. Anak akan Menjadi Lebih Rentan stress
Belajar bisa sama melelahkannya dnegna bekerja bagi orang dewasa. Anak anak harus menghadapi rutinitas panjang, tumpukan PR, ulangan, dan kegiatan tambahan seperti les atau ekstrakurikuler, yang mengurangi waktu bermain dan istirahat mereka. tekanan untuk meraih nilai tinggi dan ancaman tidak naik kelas membuat beban mental semakin berat. Hingga berujung pada stres kronis. Seiring waktu otak mereka bisa mengalami kelelahan luar biasa, yang berdampak serius pada kesehatan mental. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa anak yang tidur kurang dari enam jam per malam berisiko tiga kali lipat mengalami depresi. Dan dalam jangka panjang, stres ini bisa memicu perilaku bermasalah seperti membolos, penyalahgunaan zat, hingga pemikiran atau percobaan bunuh diri.
2. Waktu yang Semakin Padat
Menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah bisa menyebabkan kelelahan fisik maupun mental pada siswa. Ketika energi mereka terkuras sepanjang hari, anak anak cenderung kehilangan fokus dan semangat belajar mereka. Terutama di jam jam terakhir, sehingga efektivitas pembelajaran pun menurun.
BACA JUGA: Bagaimana Caranya Membangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten pada Anak?
Leave a Reply