
Belajar sering kali terasa membosankan bagi sebagian anak. Tumpukan buku, tugas yang datang silih berganti. Serta minimnya motivasi dapat memicu kebiasaan malas belajar yang lama-kelamaan sulit dihilangkan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada prestasi akademik maupun perkembangan mental dan emosional anak.
Kebiasaan malas belajar tidak selalu muncul karena kurangnya kemampuan, tetapi sering kali disebabkan oleh metode belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajar anak, kurangnya dukungan emosional, atau tekanan yang terlalu besar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami akar permasalahannya, lalu menerapkan pendekatan yang tepat dan menyenangkan.
Dengan strategi yang tepat—seperti menciptakan suasana belajar yang nyaman, memberikan apresiasi atas usaha anak. Serta mengaitkan materi pelajaran dengan hal-hal yang mereka sukai. Proses belajar dapat menjadi lebih menarik, efektif, dan bermakna. Anak pun akan lebih termotivasi untuk belajar, bukan karena terpaksa. Melainkan karena merasa didukung dan dihargai dalam prosesnya.
Bangun Komunikasi yang Baik Dengan Anak
Sebelum meminta anak untuk belajar atau mendaftarkannya ke tempat les, orang tua sebaiknya membuka ruang komunikasi terlebih dahulu. Hal ini penting agar orang tua benar-benar memahami alasan di balik rasa malas belajar yang dialami anak. Ajak anak berbicara dengan tenang dan tanpa tekanan. Berikan kesempatan bagi mereka untuk menceritakan apa yang mereka rasakan selama proses belajar, kendala yang dihadapi—baik itu kesulitan memahami materi, rasa bosan, tekanan dari sekolah, atau hal lainnya—serta apa yang mereka butuhkan agar belajar terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Dengan mendengarkan secara aktif dan empatik, orang tua tidak hanya mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang situasi anak, tetapi juga membangun kepercayaan dalam hubungan orang tua-anak. Komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi langkah awal yang krusial untuk menciptakan strategi belajar yang lebih efektif, sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak.
Jangan Terlalu Memaksa Anak Untuk Belajar
Salah satu cara mengatasi anak yang sedang enggan belajar adalah tidak memaksanya untuk belajar, terutama jika tujuannya semata-mata agar ia mendapatkan nilai tinggi di sekolah. Tekanan semacam ini justru dapat membuat anak semakin tertekan dan kehilangan minat terhadap proses belajar itu sendiri. Sebaliknya, orang tua bisa mengarahkan anak untuk fokus pada pemahaman materi, bukan hanya hasil akhir berupa nilai.
Dengan pendekatan tersebut, anak akan belajar secara lebih positif dan bertanggung jawab terhadap aktivitasnya di sekolah. Anak yang awalnya malas belajar karena merasa tidak mampu meraih nilai tinggi, bisa menjadi lebih tenang dan percaya diri saat menyerap pelajaran. Alih-alih merasa terpaksa, anak akan lebih menikmati proses belajar karena merasa didukung, bukan dibebani.
Kenali Minat Anak
Tidak semua bidang harus dikuasai oleh si Kecil. Jika orang tua—terutama Ibu—memaksa anak untuk mempelajari sesuatu yang tidak ia sukai, anak bisa merasa malas, tertekan, bahkan kehilangan semangat belajar.
Karena itu, penting bagi Ibu untuk mengenali minat si Kecil. Jika ia lebih suka menggambar, berikan ruang dan fasilitas untuk menyalurkan hobinya, misalnya dengan menyediakan alat gambar dan waktu khusus untuk berkreasi. Bila si Kecil gemar membaca dibanding menyanyi, ajaklah ia berkunjung ke perpustakaan atau toko buku, alih-alih memaksanya mengikuti kegiatan musik. Sebaliknya, jika ia suka menari, daftarkan ke kelas tari agar ia bisa berkembang sesuai minatnya.
BACA JUGA: Beberapa Metode Belajar Paling Efektif yang Dapat Anda Coba
Leave a Reply